You Might Also Like

Tampilkan postingan dengan label Gokil Sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gokil Sepakbola. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Mei 2011

Ronaldo Buat Madrid Menang di Copa Del Rey

Topik Hari ini gokiel abiez Yaitu mengenai" :

Cristiano Ronaldo mengakhiri paceklik gelar Real Madrid di pentas Copa del Rey. Gol semata wayang yang dicetak striker tim nasional Portugal ini ke gawang Barcelona pada Kamis (21/4) dinihari WIB di Estadio Mestalla menjadi kemenangan pertama Madrid dalam 18 tahun terakhir.

Ronaldo mencetak gol kemenangan buat pasukan los Blancos itu pada masa perpanjangan waktu. Perpanjangan waktu ini terpaksa dilakoni karena selama waktu normal, duel El Clasico ini berujung pada hasil tanpa gol. Dalam laga ini ditandai juga dengan dikeluarkannya Angel Di Maria di penghujung laga.

Kemenangan dari pentas Copa del Rey ini sekaligus juga menjadi buah dari ikhtiar yang telah dilakukan oleh pelatih Madrid Jose Mourinho. Mantan pelatih Inter Milan itu akhirnya berhasil memberikan trophy pertama buat Madrid. Maklum saja, kegembiraan menjadi juara itu telah lama dirasakan sejak Madrid merebut gelar La Liga pada musim 2007/08.


Sementara itu pertemuan Madrid dan Barcelona di final ke-107 Copa del Rey ini juga menjadi laga El Clasico kedua dari jadwal empat laga di penghujung musim ini.

Pada El Clasico pekan lalu di pentas La Liga Spanyol, kedua tim bertabur bintang ini hanya bisa bermain 1-1. Tapi untuk laga puncak Copa del Rey ini, kedua tim harus berduel sampai titik darah terakhir mereka guna bisa memastikan siapa yang lebih unggul di antara kedua tim bertabur bintang ini.

Membuka duel sarat gengsi ini, Madrid berusaha mengambil inisiatif menyerang lebih dulu melalui pergerakan Ronaldo. Namun Barca, melalui Xavi, juga tak mau kehilangan kesempatan untuk menyerang. Tapi usaha kedua pemain itu ternyata masih belum mampu untuk menembus tembok pertahanan kedua tim.

Di menit ke-36, sebuah usaha dari Ronaldo sempat membuat barisan pertahanan Barca bekerja ekstra. Sayang, umpan yang diberikan oleh Mesut Oezil itu ternyata belum mampu diarahkan secara maksimal oleh Ronaldo ke gawang Barca.

Satu peluang yang cukup berarti didapat pada pertandingan ini terjadi pada menit ke-44. Peluang itu didapat oleh pemain Madrid, Pepe. Pada kesempatan ini, Oezil kembali memberikan peran dengan menyodorkan bola ke areal penalti Barca. Namun bola yang kemudian ditanduk oleh Pepe itu masih bisa diantisipasi dengan baik oleh Pique.

Sementara Barca memperoleh kesempatan berharganya pada menit ke-51. Peluang itu diraih Pedro. Sayangnya kesempatan itu juga belum maksimal untuk bisa membongkar pertahanan Madrid.

Memasuki menit ke-69, para pendukung Barca sempat bersorak gembira. Lionel Messi ketika itu terlihat berhasil membobol gawang Madrid. Namun hakim garus sudah lebih dulu mengangkat bendera sebagai tanda offside.

Selanjutnya di menit ke-75, Barca kembali melakukan penetrasi. Tapi kerjasama antara Xavi dan Pedro itu gagal membuahkan hasil karena kiper Iker Casillas masih mampu menyelamatkan gawangnya dari ancaman.

Hal yang sama kembali lagi dilakukan oleh Casillas di sembilan menit jelang berakhirnya waktu normal. Kiper timnas Spanyol ini dengan cemerlang menghalau tendangan dari Iniesta dari jarak 12 yard.

Sebaliknya, kiper Barca Jose Pinto Colorado juga sempat membuat penyelamatan gemilang di penghujung babak ketika ia dengan cukup apik merintangi bola yang disodorkan oleh Di Maria.

Tak ada gol yang berbuah selama 90 menit membuat laga ini harus tetap dilanjutkan. Tapi penantian untuk memperoleh gol itu akhirnya tercapai juga. Adalah Ronaldo yang berhasil memecahkan kebuntuan untuk membuat gol. Bola tandukan kepalanya yang menyambut umpan dari Di Maria itu berhasil menggetarkan gawang Pinto.

Kemenangan pun sudah berada di depan mata para pemain Madrid. Tapi Barca tak mau berpatah arang. Segala upaya terus dilakukan untuk bisa menyamakan gol. Bahkan ketika Di Maria harus meninggalkan lapangan pada menit ke-120. Sayangnya, waktu yang tak tersisa banyak itu hanya tak mampu lagi untuk membalas gol dari Ronaldo. Skor 1-0 tetap tak berubah sampai peluit panjang ditiupkan wasit.
 
sumber :  http://komputerunik.blogspot.com/2011/04/ronaldo-buat-madrid-menang-di-copa-del.html
 

Minggu, 09 Januari 2011

Ayo Dukung 1.000.000.000 ( 1 milyar ) Facebooker Tuntut Nurdin Halid Mundur

Topik Hari ini gokiel abiez Yaitu mengenai" :
http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/hs1434.snc4/174640_181556158539329_3882125_n.jpg

Satu juta Facebooker menuntut Nurdin Halid Mundur sebagai ketua Umum PSSI. Sampai Kamis pukul 9.30, sudah ada 56.624 yang bergabung menuntut Nurdin mundur.

Kekecewaan penggemar sepak bola tanah air memuncak, pada Rabu malam ketika Tim Nasional gagal memboyong Piala AFF. Setelah pertandingan final Leg I, Tim Garuda kalah 03, atas tim Malaysia, pertandingan leg II Indonesia hanya bisa menang 2-1. Hasil ini membuat Indonesia kalah agregat gol dari Malaysia 2 gol.

Sementara dalam akun facebook yang menjaring anggota untuk menuntut Nurdin Halid Mundur, diungkapkan beberapa item berita, antara lain:

- Ketua Umum PSSI yang seorang narapidana
- Menentang statuta FIFA pasal 33 yang berisi larangan untuk menjadi anggota organisasi sepak bola bagi orang yang pernah terjerat kasus kriminalitas.
- Menentang peringatan Presiden FIFA , Sepp Blatter, untuk segera mengganti Nurdin Halid.
- Bendahara PSSI terlibat kasus pembunuhan istrinya sendiri.
- Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, yang tidak tergantikan (dari jaman batu sampai komputer).
- Pengola PSSI daerah yang teguh membela Nurdin Halid demi mengincar uang korupsi.
- Praktis selama 7 tahun kepemimpinan Nurdin, tidak ada satu pun prestasi yang diukir oleh timnas.
- Pertama kali gagal lolos ke putaran final Piala Asia 2011
sejak tahun 1996.
- Timnas U-21 dikalahkan oleh Laos (tim terlemah di Asia Tenggara).
- Indonesia dicoret dari bidding tuan rumah PD 2022 (wajar, berhubung minim lapangan bola dengan kualitas pas-pasan).
- Regenerasi timnas sangat lambat.
- Prestasi timnas terus merosot.
- Peringkat timnas yang merosot tajam (terendah di Asia Tenggara setelah Laos).
- 10 besar top skorer di ISL adalah pemain asing.
- Kerusuhan hampir di setiap pertandingan yang tidak terkendali.
- Fairplay yang sangat rendah.
- Mentah2 menolak berbagai kebijakan FIFA.
- Kualitas berbagai fasilitas sepak bola yang sangat rendah (lapangan bola dsb.)
- Pencarian bakat dan bibit muda yang sangat minim.
- Maraknya pengaturan skor.
- Mafia wasit yang merajarela.
- Maraknya korupsi di badan PSSI.
- Permintaan untuk ikut serta dalam cabang sepak bola di Youth Olympic Games, di Singapura, ditolak, karena dianggap gagal membina bibit usia dini

Tertarik? Ayo dukung gerakan Nurdin Halid mundur jadi ketua PSSI di Facebook di link ini

http://dunia-panas.blogspot.com/2010/12/daftar-dosa-nurdin-halid-lengkap-satu.html

Sabtu, 08 Januari 2011

Sukses di AFF, Ternyata Okto Hanya Dapat Rp25 Juta Dari PSSI

Topik Hari ini gokiel abiez Yaitu mengenai" :


Perhelatan Piala AFF 2010 telah melambungkan para pemain Indonesia termasuk Oktovianus Maniani sebagai salah satu ikon tim Garuda. Namun cucuran keringat Sang ‘Mutiara Hitam’ ini hanya dihargai Rp25 juta oleh PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Nilai ini tentu saja tak sebanding dengan kontribusi yang diberikannya mengantarkan Indonesia menempati posisi nomor 2 di ASEAN.
Sangat disayangkan apabila atlet bermutu tidak mendapatkan reward yang layak
Sangat disayangkan apabila atlet bermutu tidak mendapatkan reward yang layak
Kalau Okto, demikian dia dipanggil, memerlukan waktu hampir sebulan guna mendapatkan bonus Rp 25 juta, tidak halnya dengan penyanyi Syahrini yang hanya butuh waktu 1 jam untuk dibayar Rp 50 juta lewat aksi panggungnya menyanyikan sekitar 3 atau lima lagu.
Namun pemain bernomor punggung 10 di timnas tetap mensyukuri nikmat yang didapatnya. Layaknya sebagai seorang sinterklas yang muncul pada perayaan Natal, Okto pun membagikan bonus tersebut kepada sanak saudaranya di Jayapura. “Uangnya sudah habis saya bagikan kepada sanak saudara saya,” tukas anak laki satu-satunya dari lima bersaudara pasangan Benyamin Maniani dan Ny. Dorci saat dihubungi Pos Kota tengah berlibur di kampung halamannya di Jayapura, Papua, Senin (3/1). PSSI memang telah membagikan bonus yang keseluruhannya berjumlah Rp 3,5 miliar atas keberhasilan timnas melangkah ke babak final.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWYaCpT88D5ntLDXXXs6sUOV3MAqsQm_Yj9SO7iIEzX1DCe2FQxxbo9BEGWjRP6DZr3oIJ5gN9Tz5LM00IOl5FBP5xsxibLodq7_Ab75aAseUEr1RGsW-t1XnTA0yBlzewfsn-Y3aZl-g/s320/okto+maniani.jpg
KISARAN RP 100 JUTA
Manajer Tim Andi Darusalam Tabusala mengatakan, bonus pemain telah dibagikan. Namun jumlah yang diterima pemain tentunya tidak merata terutama pemain inti dengan cadangan. “Untuk Okto tak mungkinlah mendapat bonus sebesar Rp 25 juta karena dia pemain inti. Kisarannya mencapai Rp 100 juta,” beber pria yang akrab disapa Salam itu.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoeMBp3ITNOZG0udmXmFkrhdpBc3MErCxhHF0k_MlvuJ5YrqehXMXnyDFp-8eLtAdU3F656j34ThnEYnXxK5zerKuhl5_etzftZzJ2_Zwk-VQUqYW11PYIf7lf2Y7AiN_zG0bRi87CC-c/s1600/Okto-mrp-isi.JPG
Selama berkiprah di Piala AFF 2010 1-29 Desember, Okto telah menyumbangkan satu gol ke gawang Laos saat Indonesia menang 6-0. Ia juga memberi assist atas terciptanya gol kelima Indonesia yang dicetak Irfan Bachdim ketika mengalahkan Malaysia 5-1 di fase Grup. Namun Okto tak bisa tampil di leg kedua babak final melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 29 Desember, akibat akumulasi kartu kuning.
Pemain berusia 20 tahun yang berasal dari klub Sriwijaya FC itu direkomendasikan oleh kolumnis ESPN (kabel tv olahraga dunia) John Duader sebagai satu dari 10 pemain Asia yang layak bermain di benua Eropa. Malah Duader menyebut Okto sebagai Ryan Giggs-nya Indonesia. Pemain yang pernah membela PSMS Medan dan Persitara Jakarta Utara ini pun tak menolak bila memang ada tawaran bermain di Benua Biru.
“Saya hanya berupaya mengeluarkan segenap kemampuan saat berlaga termasuk ketika membela negara,” ujarnya. Okto menambahkan, penampilan cemerlangnya di Timnas tak lepas dari peran rekan-rekannya. “Sayang kita gagal membawa Indonesia juara. Tapi saya senang dapat membela negara di Piala AFF 2010,” katanya.




sumber :http://ruanghati.com/2011/01/04/sukses-di-aff-ternyata-okto-hanya-dapat-rp25-juta-dari-pssi/

Profil 19 Nama Pelatih Tim Liga Primer Indonesia

Topik Hari ini gokiel abiez Yaitu mengenai" :
Inilah profil 19 pelatih yang akan membawa timnya untuk bersaing sebagai yang terbaik di ajang kompetisi Liga Primer Indonesia yang akan mulai digelar tanggal 8 Januari 2011.

Diharapkan dari kompetisi yang mandiri ini lahir sejumlah pemain berkualitas yang bisa bersaing membela kesebelasan nasional di ajang internasional.

1. Aceh United
Stadion : Harapan Bangsa
Pelatih : Lionel Charbonnier (Perancis)



Mantan kiper ketiga timnas Prancis di Piala Dunia 1998 ini banting setir menjadi pelatih usai gantung sepatu. Saat menjadi direktur teknik federasi sepakbola Tahiti, Lionel Charbonnier mengantarkan timnas U-20 negara di kepulauan Karibia tersebut ke Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2009. Kini publik Indonesia akan menyaksikan langsung kehandalan pemain juara dunia ini menangani tim peserta LPI yang bermarkas di ujung paling barat nusantara, Aceh United.

2. Bali De Vata
Stadion : I Wayan Dipta, Gianyar
Pelatih : Willy Scheepers (Belanda)



Pelatih asal Belanda Willy Scheepers dipercaya menangani Bali De Vata. Sebelum mampir di kawasan wisata ternama dunia ini, Scheepers tercatat sebagai juru latih klub-klub Eropa, seperti FC Oberwinterthur, FC Kreuzlingen, dan APEP Pitsilia. Jabatan teknis terakhir yang dipegang Scheepers adalah menjadi direktur teknik di liga utama Siprus.

3. Bandung FC
Stadion : Siliwangi
Pelatih : Nandar Iskandar



Nama Nandar Iskandar tidak bisa dipisahkan dari percaturan sepakbola Indonesia. Selain pernah menjadi pemain timnas di tahun 1970-an, Nandar yang identik dengan Persib Bandung ini juga sempat melatih timnas Indonesia pada 1999 hingga 2000. Sebagai pelatih, kiprah Nandar memang tak perlu diragukan. Bandung Raya, Persib Bandung, PKT Bontang, Perseden Denpasar, PSPS Pekanbaru, dan Persiba Bantul pernah merasakan tangan dinginnya.

4. Batavia Union

Stadion : Tugu, Kamal Muara
Pelatih : Roberto Bianchi (Brasil)


Pelatih asal Brazil pemegang paspor Spanyol ini mengantongi sertifikat UEFA PRO pada tahun 2006. Pernah melatih Zamora FC, Roberto Bianchi juga lama berkecimpung di Ciuded de Muscia, Mato Grosso de Sul, Bullense, dan Beijing Guoan FC. Kini Beto melangkah bersama Batavia Union.

5. Bogor Raya
Stadion : Persikabo, Pajajaran
Pelatih: John Arwandi



LPI menjadi pertanda dimulainya debut John Arwandi sebagai pelatih. Sebelumnya, John malang-melintang sebagai staf teknik di sejumlah klub Indonesia. Tercatat pernah menjadi pelatih fisik PS Semen Padang pada 2007, John kemudian dipercaya menjadi asisten pelatih Persikabo Bogor tahun 2008-2009. Kini John bertugas memimpin Bogor Raya meraih sukses di LPI.

6. Cendrawasih Papua
Stadion : Mandala
Pelatih : Uwe Erkebrecher (Jerman)


Pelatih asal Jerman ini pernah menangani klub Eropa seperti tim Jerman FC Koln Jugend, FC Carl Zeiss Jena, dan beberapa klub divisi II di Jerman. Dengan pengalaman melatihnya di berbagai klub, Uwe Erkebrecher ingin menjadi bagian dari perubahan sepak bola Indonesia dengan melatih tim Cendrawasih Papua.

7. Jakarta 1928
Stadion : Lebak Bulus
Pelatih : Bambang Nurdiansyah


Inilah comeback Bambang Nurdiansyah di bangku pelatih setelah menangani klub-klub ternama Indonesia, seperti Pelita Krakatau Steel, PSIS Semarang, serta terakhir Arema Malang. Beberapa kali pula Bambang dipercaya menangani timnas yunior Indonesia di turnamen internasional, seperti Asian Games 2006. Pernah memperkuat timnas Indonesia sebagai pemain selama 11 tahun, Bambang kini menjadi arsitek utama Jakarta 1928.

8. Kabau Padang
Stadion : Haji Agus Salim
Pelatih : Divaldo Alves (Portugal)


Sebelum melatih Kabau Padang, Divaldo Alves berpengalaman menangani tim-tim di Thailand, Malaysia, dan Hong Kong. Bahkan tahun 2009 lalu Alves pernah melatih Persijap Jepara. Sebagai modal utama mengarungi kiprah kepelatihan di Indonesia, Alves membawa serta pengalaman mengikuti pendidikan fisik dan olahraga di Portugal dan memegang sertifikat pelatih UEFA A-Level.

9. Ksatria XI Solo
Stadion : Manahan
Pelatih : Branko Babic (Serbia)


Pelatih asal Serbia berusia 63 tahun itu pernah melatih OFK Beograd tahun 2004-05 dan kini menapaj di Ksatria XI Solo. Selain itu, Branko Babic juga pernah melatih tim di beberapa negara seperti di Jepang dan Montenegro. Sebagai pemain, Babic pernah memperkuat klub Jerman Beringen FC tahun 1975-1976.

10. Makassar City
Stadion : Andi Mattalata
Pelatih : Michael Feichtenbeiner (Jerman)


Michael Feichtenbeiner pernah menjadi managing director Bundesliga divisi dua dan pernah pula melatih klub Malaysia, Selangor MPPJ dan kini di Makassar City. Pelatih asal Jerman ini merupakan pemegang sertifikat pelatih UEFA Pro Coach Licence.

11. Manado United

Stadion : Klabat
Pelatih : Muhammad Al Hadad


Muhammad Al-Hadad sudah lama malang-melintang di persepakbolaan nasional. Tercatat Niac Mitra Surabaya pernah dibawanya menjuarai tiga kali Piala Galatama. Selanjutnya, Persijatim dan Persim Maros pernah merasakan kiprah kepelatihannya. Terakhir, Al Hadad menukangi Persita Tangerang tahun 2008 sebelum memutuskan untuk hijrah ke Manado United.

12. Medan Bintang
Stadion : Teladan
Pelatih : Rene Van Eck (Belanda)



Rene Van Eck banyak mencicipi pengalaman bermain di sejumlah klub Eropa, seperti Excelsior Rotterdam, FC Den Bosch, FC Nuremberg, FC Wintherthur, SC Kriens, dan FC Lucerne. Gantung sepatu sebagai pemain, Van Eck langsung beralih menjadi pelatih. Setelah meraih sertifikat UEFA Pro Coach Licence, pria asal Belanda ini melatih klub Jerman, Carl Zeiss Jena dan kini di Medan Bintang.

13. Medan Chiefs
Stadion : Teladan
Pelatih : Jorg Steinebruner (Jerman)


Sepakbola Asia bukan barang baru bagi Jorg Steinebruner. Pelatih asal Jerman ini berpengalaman melatih sejumlah klub Singapura, seperti Woodland Wellington, Sengkang Punggol, dan Etoile. Mulai tahun 2011 ini, Steinebruner “menyeberang” beradu taktik di persepakbolaan Indonesia bersama Medan Chiefs.

14. Persebaya
Stadion : Gelora 10 Nopember
Pelatih : Aji Santoso



Tidak ada yang menyangsikan kiprah Aji semasa masih bermain. Posisi bek sayap kiri timnas Indonesia adalah langganannya, begitu juga dengan ban kapten. Reputasi itu yang membuatnya pernah membela klub-klub papan atas tanah air, seperti Arema Malang, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Persema Malang. Sejak 2009, Aji dipercaya menangani Persebaya hingga saat ini.

15. Persema
Stadion : Gajayana
Pelatih : Timo Scheuneman (Jerman)


Pelatih kelahiran Jerman yang fasih berbahasa Indonesia ini pernah bermain di klub college Amerika Serikat, Master Mustangs, dan pada 1997 menjadi pemain Persiba Balikpapan. Setelahnya, Indonesia seakan menjadi tanah air bagi Timo. Memegang lisensi kepelatihan UEFA A sejak 2007 lalu, Timo pernah dipercaya menangani timnas sepakbola putri Indonesia di SEA Games 2008 dan Persema sejak 2010 ini.

16. Persibo
Stadion : Letjen Haji Sudirman
Pelatih : Sartono Anwar


Sartono adalah sosok yang sudah lama dikenal pecinta sepakbola Indonesia. Salah satu pencapaian besar Sartono semasa bermain adalah ketika membawa PSIS Semarang menjadi juara perserikatan 1987 dengan mengalahkan Persebaya Surabaya. Selain melatih Persibo, Sartono juga sempat duduk di bangku asisten pelatih timnas futsal Indonesia pada 2002 silam.

17. Real Mataram
Stadion : Maguwoharjo
Pelatih : Jose Basualdo (Argentina)


Jose Basualdo pernah mencicipi Piala Dunia 1990 dan 1994 semasa masih bermain membela timnas Argentina. Usai gantung sepatu, Basualdo menangani klub Ekuador, Deportivo Quito. Setelahnya, Basualdo menangani sejumlah klub Amerika Latin, seperti Universitario de Deportes, El Porvenir, Cienciano, Santiago Morning, dan Universidad de Santiago FC sebelum akhirnya dipinang Real Mataram.

18. Semarang United
Stadion : Jatidiri
Pelatih : Edy Paryono


Edy Paryono merupakan pelatih yang berpengalaman karena sempat menyerap ilmu dari Ivan Kolev dan Peter Withe ketika menjadi asisten dua pelatih Eropa itu di timnas Indonesia. Setelahnya, Edy menjadi pelatih PSIM Yogyakarta, PSIS
Semarang, Persipur Purwodadi, hingga akhirnya menangani Semarang United pada musim perdana Liga Primer Indonesia.

19. Tangerang Wolves
Stadion : Benteng
Pelatih : Paulo Camargo (Brasil)


Di negara asalnya, Brasil, Paulo Camargo dikenal pelatih yang sangat serius dalam menangani tim dan jeli menciptakan pemain berbakat. Salah satu anak didiknya adalah Kaka ketika masih bermain di tim junior São Paulo Futebol Clube. Kini, kemampuan tersebut dapat ditularkan ke Indonesia. Kita nantikan siapa pemain muda cemerlang yang dilahirkan Camargo bersama Tangerang Wolves.


sumber :http://faktabukanopini.blogspot.com/2011/01/profil-19-nama-pelatih-tim-liga-primer.html

Sabtu, 01 Januari 2011

Bela Nurdin Halid, Golkar Salahkan SBY Atas Kekalahan Timnas Indonesia

Topik Hari ini gokiel abiez Yaitu mengenai" :

Partai Golkar menilai kekalahan timnas sepakbola Indonesia dalam leg pertama final Piala AFF atas Malaysia bukan karena kesalahan Ketum PSSI Nurdin Halid atau politisasi parpol tertentu. Golkar juga tidak setuju dengan wacana untuk menurunkan Nurdin Halid.

"Kalau memang bagus tentu pasti menang. Ya kalau sudah besar kepala, malas latihan, dan tidak disiplin ya pasti kalah," ujar Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/12/2010).

Hal ini disampaikan Bambang mengomentari desakan agar Nurdin Halid yang juga Koordinator Wilayah Sulawesi DPP Partai Golkar ini ditarik dari posisi Ketua PSSI.

Menurut Bambang, kegagalan timnas bukan juga salah PSSI semata. Menurutnya, kenyataan pahit buruknya permainan timnas sepakbola Indonesia juga adalah kesalahan Presiden SBY.

"Yang pasti, negara ini gagal tidak saja dalam hal mensejahterakan rakyat di bidang ekonomi, pembangunan, penegakan hukum tapi juga adalah kegagalan kepala pemerintahan dalam melakukan pembinaan olahraga sepakbola," kritik Bambang.

Dan oleh karenanya, menurut Bambang, wacana mengganti Nurdin Halid menjadi tidak relevan. Menurutnya, pergantian Nurdin tak serta merta meningkatkan mutu sepakbola tanah air. Pemerintah justru diminta berterima kasih kepada seorang pemerhati sepakbola seperti Nurdin Halid.

"Yang harus dievaluasi adalah apa negara selama ini telah cukup mendanai pembinaan olah raga sepakbola. Dorongan pergantian Nurdin Halid tidak relevan. Justru negara harusnya memberikan apresiasi kepada orang-orang yang selama ini berkorban bagi pembinaan olahraga sepakbola di Tanah Air," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan desakan agar Nurdin Halid mundur terus diteriakkan di spanduk, poster dan forum dunia maya. Desakan dikarenakan dalam pertandingan final leg pertama AFF Suzuki Cup di Stadion Bukit Jalil semalam, timnas dipaksa menyerah 0-3 oleh tuan rumah Malaysia.

Pertandingan sempat terhenti 6 menit pada babak kedua akibat terganggu ulah suporter Malaysia yang menyorotkan laser ke beberapa pemain Indonesia.


Sumber : http://www.wandinews.com/2010/12/bela-nurdin-halid-golkar-salahkan-sby.html

Senin, 27 Desember 2010

Duel Penentuan di Gelora Bung Karno

Topik Hari ini gokiel abiez Yaitu mengenai" :TERGANGGU LASER Kapten Timnas Firman Utina mengangkat tangannya untuk meminta suporter Malaysia menghentikan aksinya menembakkan sinar laser ke tubuh pemain Indonesia pada final leg pertama Piala AFF 2010 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, tadi malam.

KUALA LUMPUR(SINDO) – Indonesia masih punya peluang merengkuh gelar Piala AFF 2010.Partai penentuan akan terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno,Rabu (29/12),seusai tim nasional (timnas) kalah 0-3 di Stadion Nasional Bukit Jalil,Kuala Lumpur.


Pada laga final putaran pertama tadi malam, pasukan Merah Putih dipaksa menelan pil pahit. Pesta Harimau Malaya––julukan Malaysia–– bermula ketika striker Mohd Safee Sali mencetak gol pada menit ke-59 akibat kesalahan bek Maman Abdurahman dalam mengantisipasi bola. Malaysia berhasil memperbesar keunggulan setelah Mohamad Ashari bin Samsudin kembali menjebol gawang Markus Haris Maulana.Pesta tuan rumah ditutup gol Safee Sali pada menit ke-71 lewat sundulan kepala. Peluang paling bersih milik timnas datang lewat Ahmad Bustomi di babak pertama, tetapi tendangan kaki kirinya melenceng tipis di samping kiri gawang Khairul Fahmi Che Mat.Timnas sebenarnya bisa unggul lebih dahulu bila gol Cristian Gonzales pada menit ke-47 tidak dianulir wasit Toma Masaaki dari Jepang.

Tensi pertandingan pemuncak Piala AFF 2010 terasa sangat tinggi. Laga sempat dihentikan selama lima menit. Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl sempat menginstruksikan Firman Utina dkk agar menghentikan laga pada menit ke-53 akibat teror laser yang dilakukan suporter Malaysia. Markus sering diteror dengan laser hijau di bagian kepala dan muka. Striker Cristian Gonzales juga mendapat perlakuan serupa di perut. Momen ini tampaknya dimanfaatkan dengan baik oleh Harimau Malaya untuk mengatur skenario sebelum akhirnya gol pertama Safee Sali tercipta.Pada menit ke-65,LOC sempat meminta suporter Malaysia tidak memakai laser atau laga dihentikan.

Potensi teror laser sebelumnya sudah diwaspadai Merah Putih. Mereka sempat meminta AFF agar bersikap tegas terkait potensi teror tersebut. LOC final leg pertama Malaysia juga berjanji akan melakukan razia ketat terhadap suporternya.Problem serupa sempat dikeluhkan Vietnam dan dianggap sebagai biang kekalahan 0- 2 dari Malaysia di semifinal legpertama. ”Selamat atas kemenangan Malaysia. Laser mengganggu, tapi kami tidak mau memakai itu sebagai alasan. Pemain kami bermain buruk. Setelah tertinggal satu gol, konsentrasi turun, terutama lini belakang,” ungkap Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl. Terlepas dari teror laser, Firman Utina dkk bermain di bawah performa. Mereka terlihat canggung.

Bek M Ridwan bahkan hampir melakukan blunder saat salah melakukan umpan.Beruntung tendangan Kunanlan Subramaniam pada menit ke-22 melambung. Bukan hanya soal teror laser, Merah Putih tampaknya harus mengevaluasi mental bertarung Firman Utina dkk. ”Kami akan melakukan evaluasi. Tertinggal tiga gol tidak mudah, apalagi laga leg kedua juga hanya 90 menit. Kondisi itu sulit,tapi peluang tetap ada,”kata Riedl. Kekalahan Merah Putih pada final leg pertama seolah mengulang kutukan enam tahun silam lalu.Lolos ke final kali ketiga dengan sistem home and away, timnas kalah 1-3 dari Singapura.

Mereka gagal juara setelah kalah 1- 2 dari tuan rumah Singapura pada leg kedua. Sebelumnya timnas dua kali gagal menuntaskan misi juara. Pada Piala AFF 2002,timnas kalah 2-4 (2-2) dari Thailand. Nasib serupa juga terjadi pada 2000 karena mereka kalah 1-4 dari Thailand. Pelatih Timnas Malaysia Rajagobal Krishnasamy mengaku kemenangan ini berkat instruksinya kepada pemain agar tampil agresif sejak awal.Akibatnya positif bagi permainan Safiq Rahim dkk. ”Kami sebenarnya bisa mencetak empat gol, tapi wasit tidak memberikan penalti. Kami berharap laga leg kedua tetap fair, sebab kami sudah berlaku baik di sini.

Saat ada insiden laser, kami mau menghentikan laga.Kami memilih fokus karena target juara belum tercapai,”jelasnya. Kemenangan 3-0 Malaysia semakin lengkap karena Safee Sali saat ini berstatus top skor dengan empat gol. Dua gol lain dicetaknya saat Harimau Malaya menang 2-0 atas Vietnam di leg pertama semifinal. Tambahan dua gol dari Merah Putih tersebut otomatis menggusur posisi striker Indonesia Cristian Gonzales yang sudah mencetak tiga gol.

Tetap Ada Harapan

Menanggapi pemakaian sinar laser yang digunakan pendukung Malaysia untuk mengganggu konsentrasi pemain Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng agar melakukan protes langsung ke panitia. Belum diketahui, apakah Indonesia akan melakukan protes resmi melalui surat atau tidak. Karena laser ini, pemain Indonesia mengajukan protes hingga pertandingan tertunda beberapa menit.

”Saya sudah kontak Andi Mallarangeng untuk protes resmi,” ujar Presiden SBY saat nonton bareng di Puri Cikeas semalam. Meskipun tim Indonesia dirugikan pemakaian laser tersebut, Presiden meminta kepada penonton untuk tidak membalasnya di Jakarta nanti. Presiden meminta agar penonton Indonesia bertindak sportif. ”Saya ingin suporter Indonesia jangan ikut-ikutan menyoroti pemain lawan dengan laser pointer. Mari kita jadi bangsa sportif,” paparnya. Sementara itu,menyusul kekalahan 0-3 timnas dari Malaysia, Presiden SBY meminta semuanya untuk sportif mengakui kekalahan. Presiden juga meminta agar semuanya tidak putus asa karena masih ada leg kedua pada 29 Desember mendatang. ”Kita harus sportif,timnas kita kalah.Tapi kita tidak boleh putus harapan, tidak boleh patah semangat,” tandas Presiden SBY.

Presiden juga mengingatkan agar semuanya tidak saling menyalahkan menyusul kekalahan dari Malaysia. Presiden meyakini seluruh anggota timnas sudah berbuat yang terbaik. ”Jangan saling salah-menyalahkan. Saya yakin timnas kita juga berjuang untuk mencapai kemenangan di Kuala Lumpur,”paparnya. Kepada pemain, Presiden SBY berpesan untuk terus berjuang dan tidak menyerah sebelum pertandingan. ”Tidak perlu gentar.Tetap konsolidasi konsentrasi untuk raih kemenangan kembali pada tanggal 29 Desember.Selamat berjuang,” ujarnya. Acara nonton bareng yang digelar di pendapa kediaman Presiden semula berjalan meriah.

Saat lagu Indonesia Raya diperdengarkan, tamu undangan dan presiden ikut bernyanyi. Suasana tetap meriah pada awal laga hingga pertengahan babak kedua.Namun begitu Malaysia menyarangkan gol ketiga, suasana Cikeas mulai sepi. Suasana bahkan sangat senyap begitu wasit membunyikan peluit panjang. Sementara itu,kekalahan Indonesia 0-3 dari Malaysia tidak membuat Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum kecewa. Anas yang menyaksikan langsung laga di Stadion Bukit Jalil bersikap legawa Indonesia kalah di kandang Malaysia.

Justru ia berharap kepada rakyat Indonesia dan media jangan menghakimi timnas.”Akan lebih produktif kalau timnas dihibur, dimotivasi agar tetap bersemangat dan berkonsentrasi menghadapi pertandingan di Jakarta,” ujar Anas usai pertandingan. Menurut dia timnas masih punya kesempatan untuk bangkit karena belajar dari pengalaman dari awal timnas sangat menunjukkan permainan yang bagus. ”Jadi kita jangan sedih menerima kekalahan atas Malaysia. Kita juga harus belajar menerima kekalahan.Yang penting kita masih punya kesempatan. Satu lubang jarum pun kalau masih ada kesempatan, itu harus kita manfaatkan,”katanya.

Menghadapi laga putaran kedua, mantan Pelatih Timnas Indonesia Benny Dollo mengaku masih menyimpan optimisme.Keyakinan Benny Dollo dilandasi keuntungan Indonesia sebagai tuan rumah. Menurutnya, keuntungan itu yang harus dimaksimalkan Firman Utina dkk untuk membalikkan kekalahan 0-3 dari Malaysia di leg pertama. Bahkan, dia berharap spirit Merah Putih semakin membara menjalani laga kandang. Mentalitas pantang menyerah memang wajib ditunjukkan Indonesia pada leg kedua. Sikap itu sangat dibutuhkan untuk meredam tingkat emosi Firman dkk dalam mengatasi ketertinggalan. “Mengejar defisit gol mutlak diperlukan, bahkan Indonesia perlu mengulang memori kemenangan atas Malaysia 5-1 di babak kualifikasi sebelumnya,”ujar Benny Dollo.

Mantan pelatih timnas lainnya, Danurwindo, mengatakan, kekalahan Indonesia dari Malaysia di leg pertama akibat blunder saat kebobolan pada gol pertama.Kebobolan akibat Maman tidak langsung membuang bola itu membuat kepercayaan diri Firman dkk mengendur dan kehilangan konsentrasi. (wahyu argia/edi yuli/ deky irawan jasri/maesaroh)

sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/371983/

Malaysiacheatlaser Menggema di Twitter

Topik Hari ini gokiel abiez Yaitu mengenai" :


Jakarta, (tvOne)

Kemenangan Malaysia di Stadion Bukit Jalil tak serta merta membawa keharuman Negeri Jiran di dunia maya. Buktinya, Malaysia dapat nama buruk di jagat maya. Hasil gemilang Malaysia tak berkicau, justru ketidaksportifan para suporternya yang masuk trending topics Twitter dunia. Hashtag "#malaysiacheatlaser bahkan menjadi trending topics terpopuler.

Hujatan dan komentar bernada sarkasme seketika menggelora. Tapi tak sedikit yang menulis suporter Indonesia harus bertindak dewasa dan tak membalas tingkah pendukung Harimau Malay saat Malaysia bertandang ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, 29 Desember mendatang.

Akibat insiden sinar laser, Indonesia kehilangan konsentrasi. Momentum menyerang Indonesia di babak kedua mendadak buyar saat pendukung Malaysia berulah. Sinar laser kembali menyerang Markus. Petasan bahkan beberapa kali menggema di Bukit Jalil. Pertandingan pun terpaksa ditunda selama beberapa menit.
ilustrasi
foto: ILUSTRASI


http://olahraga.tvone.co.id/berita/view/46680/2010/12/26/malaysiacheatlaser_menggema_di_twitter/

Advertisements

Advertisements