
Hari ini Gokiel Abiez berkata mengenai":SESUAI namanya, Black Canyon Coffee menghadirkan kopi sebagai salah satu minuman favorit.Biji kopi pilihan yang digunakan didatangkan dari Thailand dengan komposisi 80% robusta dan 20% arabika.
Ada hot dan ice coffee dengan beragam sajian. Sebut saja black coffee, cappuccino,ataupun black canyon ice coffee.Restoran ini tentunya juga mempunyai racikan kopi tersendiri. Misalnya angel coffeeyakni alpukat dengan es krim moka yang di atasnya kemudian dituangkan kopi. Minuman kopi lain yang menggunakan kopi adalah gelato espresso. Es krim vanila dalam sebuah mangkuk kecil lalu dituangkan espresso. Rasa pahit espresso lalu berpadu dengan manisnya es krim vanila. Racikan kopi unik yang lain yakni Mexican iced coffee, espresso dengan rum, krim susu, dan coffee granule sebagai toppingnya.
Minuman yang lain tak kalah unik adalah black avocado frappe, yaitu alpukat,es krim,baru dituang kopi di atasnya.Lucunya kedua minuman ini ditempatkan dalam gelas berbentuk sepatu. Jika Anda memesan cappuccino, Anda disuguhkan secangkir kopi dengan tampilan latte art.“Bahkan kami pernah mengadakan kompetisi latte art antara barista kami dengan pihak umum, sebab untuk membuat latte art ini tidak mudah,” papar Fitra Chandra Purnama, Amd. Par, selaku manajer operational Black Canyon Coffee. Menurut Fitrah Latte art dibentuk dengan cara lattedituang langsung ke cangkir atau dilukis dengan tangkai pengaduk misalnya.
Tawaran kopi yang lain adalah kopi luwak. Kopi ini diseduh dengan menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak atau musang kelapa.Biji kopi tersebut diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Menurut sejarahnya, kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui,namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an.Biji kopi luwak mencapai USD 100 per 450 gram. Tak heran kopi ini dijuluki kopi termahal di dunia.
Kemasyhuran kopi ini diyakini karena mitos pada masa lalu, ketika perkebunan kopi dibuka besarbesaran pada masa pemerintahan Hindia Belanda sampai dekade 1950-an,di mana saat itu masih banyak terdapat binatang luwak sejenis musang. Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Luwak ini akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya.
Setelah itu, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tecerna akan keluar bersama kotoran luwak. Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi,karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami dalam perut luwak.Konon, rasa kopi luwak ini memang benarbenar berbeda dan spesial di kalangan para penggemar dan penikmat kopi. Hal tersebut dibenarkan oleh Fitrah.Menurutnya tidak sedikit di antara pengunjung yang datang memesan kopi luwak meski harga yang dikenakan relatif mahal, yakni Rp110.000 per gelas dengan diskon 15%.
Kopi yang dipesan akan diolah di hadapan tamu dengan menggunakan siphon brew atau mesin kopi.Aksi meracik kopi ini menjadi tontonan yang cukup seru. Ada pula beberapa pengunjung yang hanya membeli bubuk kopi dalam bentuk sachet untuk dinikmati di rumah. (sri noviarni)
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/338080/

RSS Feed
Twitter
Facebook